Being an Indonesian

When Young Mans Meet their Dream about Indonesia

yang Akan Saya Lakukan Untuk Menghadapi Era Globalisasi February 3, 2010

Filed under: Opinions — sopyanmk @ 8:45 pm
Tags: , , , , , , ,

Maulia Primanisa
9C
SMP Negeri 3, Bogor

Globalisasi sangat dibutuhkan, karena memiliki banyak dampak positif. Contohnya menambah devisa negara, adanya pasar internasional, berkomunikasi menjadi lebih mudah, mudahnya akses informasi, dan kita dapat mengikuti pola pikir yang baik dari bangsa lain, sehingga dapat memajukan bangsa. Selain dampak positif, ada pula dampak negatifnya. Contoh dampak negatifnya adalah adanya kesenjangan sosial yang berlebihan antara kaya dan miskin, munculnya sikap individualisme, banyaknya orang yang lupa akan identitasnya sebagai warga negara Indonesia (gaya hidupnya cenderung meniru budaya dari negara lain), dan rasa cinta terhadap produk dalam negeri berkurang atau bahkan hilang (luar negri minded).

Bagaimana cara menghindari dampak negatifnya?
1. Cintailah produk Indonesia. Jangan terlalu sering mengkonsumsi produk impor. Jika belum diproduksi di dalam negeri ya ga apa-apa, tapi kalau sudah? lebih baik pilih buatan Indonesia. Toh barang Indonesia juga banyak yang kualitasnya bagus, diekspor lagi, contohnya baju.

2. Jangan membedakan kaya atau miskin. Bertemanlah dengan siapa saja. Justru sebaiknya kita saling membantu dan mendukung dalam hal positif.

3. Jangan menjadi orang yang bersifat individualisme (tertutup). lupa akan rasa solidaritas akan sesama adalah contoh sifat individualisme. Sifat individualisme berkaitan erat dengan teknologi, karena teknologi dapat mendukung terjadinya sifat individualisme. Kita sebaiknya sering berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Selengkap apapun teknologi yang dimiliki untuk memudahkan aktifitas, bukan berarti dia hidup sendiri di dunia ini. Dia juga punya tetangga, kerabat, dan hidup di lingkungan yang bermasyarakat. Kecuali dia hidup di tengah-tengah hutan amazon. Itupun tidak menutup kemungkinan memerlukan bantuan makhluk lain. Hehe… Hilangnya komunikasi juga dapat menyebabkan hilangnya rasa nasionalisme.

4. Menambah ilmu, dan berusaha menjadi yang terbaik, agar dapat memajukan Indonesia (terutama di bidang ekonomi), sehingga Indonesia dapat bersaing dalam era globalisasi ini.

5. Memperkuat rasa cinta terhadap bangsa (nasionalisme). Rasa nasionalisme di Indonesia sudah mulai berkurang. banyak generasi muda yang kurang berminat menggali Pancasila, tidak berminat mencari kepastian termasuk tidak berminat memperlajari sejarah bahkan lagu kebangsaan Indonesia jarang dinyanyikan, bahkan ada yang tidak tahu. Sebaiknya, sifat seperti itu dihindarkan. Kita tidak boleh melupakan identitas kita sebagai warga negara Indonesia. Kita juga harus saling bahu membahu agar bangsa kita tidak kalah bersaing dalam era globalisasi.

6. Mengambil dampak positifnya saja, seperti dalam sikap dan pola pikir yang positif. Seseorang akan dapat merubah dunia ini jika ia mampu mengubah dirinya sendiri. Contohlah bangsa yang rakyatnya bersikap baik. Sikap yang baik juga dapat memajukan bangsa.

7. Lindungi dan lestarikan budaya Indonesia. Dalam era globalisasi ini banyak kebudayaan global yang masuk ke indonesia. Kita memang boleh menerima kebudayaan itu. Toh hal itu tidak dapat dihindari. Tapi jangan sampai karena ada kebudayaan tersebut kita melupakan kebudayaan negeri sendiri. Seharusnya, kita sadar, budaya kita harus dilestarikan agar tidak hilang.

8. Menghindari sikap hedonisme. Hedone (bahasa Yunani) artinya kenikmatan, jadi, hendonisme adalah sikapyang lebih mengutamakan kesenangan dalam artian yang bersifat materi. Sebetulnya, sikap hendonisme sudah ada sejak zaman yunani, sekitar 400 tahun sebelum masehi. Istilah ini digunakan pertama kali oleh Articulus. Para Hedonis berpendapat bahwa ukuran dari makmur atau tidaknya suatu kehidupan, bahagia atau tidaknya suatu kehidupan seorang manusia, hanya dapat diidentifikasi dengan kesenangan materi semata. Mereka ingin memenuhi keakuannya untuk mendapatkan kenikmatan. Apapun akan mereka lakukan untuk mengejar kenikmatan tersebut, baik dengan cara yang halal maupun tidak. Hal ini dapat menyebabkan penyimpangan sosial, misalanya korupsi, pencurian, penyelewengan wewenang, dan lain-lain. Hal ini jelas akan menempatkan bangsa kita dalam keadaan terpuruk, sehingga kita, seandainya menganut sikap hedonisme, tidak akan bisa bersaing secara positif dalam era globalisasi ini.

Itulah yang akan saya lakukan dalam era globalisasi ini. Saya tidak akan hanya memikirkan sisi negatifnya saja. Menurut saya terus berpikiran negatif dapat menghambat kemajuan. Saya akan mengambil dampak positif dan membentengi diri dari dampak negatif. “Segalanya ternyata paling baik bagi orang-orang yang memetik manfaat dari bagaimana segalanya terjadi.” John Wooden. So Be Positive !

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s